Sunday, September 7, 2014

CATUR DAN MALING JEMURAN

Beberapa hari yang lalu gue main catur musuh temen gue, dan gue kalah. Dari situ gue nyadar kalo gue pengatur strategi yang payah. Gue lemah dalam hal memprediksi kemungkinan buruk di depan.
.
Gue terlalu lengah. Cara elo bermain catur itu sama seperti cara elo melangkah dalam kehidupan men.
.
Gue sadar dalam kehidupan nyata gue sering lengah. Masalah-masalah yang menempatkan gue dalam posisi nyaris, gue tahu itu peringatan buat gue. Harusnya gue waspada.
.
Kayak pas jemuran gue di maling orang, masa gue nggak tahu gitu. Kan aneh. Orang jemuran-jemuran gue sendiri. Harusnya kan gue tulis di tiang jemuran: Kalo mau nyolong lapor dulu ama yang punya!
.
Ah payah gue. Rese juga tu maling. Mau maling nggak bilang-bilang, jadi kan gue tinggal tidur siang aja.
.
Becanda.
.
Oke jadi gini. Pesen gue buat elo semua malam ini: Elo musti hati-hati dalam bertindak. Apalagi masalah cinta. Permainan paling berbahaya itu bermain api, dan api paling berbahaya itu api asmara.
.
Wihhh.
Pesan kedua: banyak-banyaklah main catur supaya jemuran lo nggak ilang.
.
Selamat malamm!

No comments:

Post a Comment