Tanggal 1 Mei 2016
lalu, Mapolsek Gorontalo dibobol maling. Membaca berita itu gue sampai melongo dan
baru sadar saat ayam berkokok keesokan harinya. Enggak. Gue heran aja. Masalahnya,
yang dicolong adalah senjata dan rompi anti peluru.
Ternyata pelakunya seseorang
yang ngebet banget pengen jadi polisi. Setelah tertangkap, pelaku menjelaskan
bahwa benda-benda hasil curian itu cuma buat dipajang di kamar sebagai hiasan.
Yang jadi pertanyaan
gue, bagaimana bisa markasnya petugas yang biasa nangkap maling malah
kemalingan? Ini malingnya pasti pintar banget, deh.
Mungkin di Sulawesi
Utara malingnya emang pintar-pintar. Sama
kayak di Sulawesi Selatan. Dari sana ada cewek bernama Finy Arkana yang cantik,
baik hati, tidak sombong, dan rajin nyolong.
Dia nyolong hati gue.
Ceilahh!!
Meskipun hobi
nyolong, tapi dia sopan dan kalem banget, kok. Apalagi kalau manggil gue.
Masa manggil
gue," Ken, oey Ken!! Oey!!"
Kayak manggil
abang-abang jualan sayuran.
Tapi enggak apa-apa.
Karena dia juga cewek yang perhatian dan romantis.
"Kadal, sudah
makan belom?"
Jadi, kalau dari Sulawesi Utara ada berita “lantaran ngebet pengen jadi polisi, seorang pemuda nekat mencuri senjata di mapolsek”, maka dari Sulawesi selatan ada berita “lanteran ngebet pengen punya pendamping penulis, seorang cewek nekat mencuri hati cowok yang dia kira penulis”.
Jadi, kalau dari Sulawesi Utara ada berita “lantaran ngebet pengen jadi polisi, seorang pemuda nekat mencuri senjata di mapolsek”, maka dari Sulawesi selatan ada berita “lanteran ngebet pengen punya pendamping penulis, seorang cewek nekat mencuri hati cowok yang dia kira penulis”.
Sumber berita : http://nasional.rimanews.com/kriminal/read/20160504/278498/Kantor-Polisi-Dibobol-Maling-Senjata-dan-Rompi-Antipeluru-Raib
Sumber gambar : https://www.facebook.com/finnyfyni

No comments:
Post a Comment