Wednesday, September 23, 2015

GAYUS DAN MONYET REPUBLIK MUMETNESIA






Tadi barusan beberapa wartawan Indonesia datang ke istana kepresidenan. Gue persilahkan, dan gue hidangkan makanan spesial Mumetnesia. Apa itu?
.
Iya. ubi rebus.
.
Ubi rebus, yang dalam bahasa jawanya telo godhok, adalah makanan yang nggak pernah bohong.
.
Abis makan telo godhok, ato telo goreng, mau nggak mau lo bakal lebih sering kentut. Dan kentut lo juga bau banget. Iya. Sampe orang di sekitar lo nutup mata.
.
Nggak. Maksud gue nutup telinga. Eh enggak maksud gue nutup aurat.
.
Nah itu baru benar.
.
Benar-benar membingungkan.
.
Oke. Jadi abis makan telo kentut lo busuk, itu sebuah fakta, mutlak, tak terbantahkan, dan jujur.
.
So, karena telo adalah makanan yang jujur, maka gue menjadikan telo makanan pokok bagi rakyat Mumetnesia. Harapan gue adalah supaya rakyat gue pada jujur-jujur semua sehingga mampu membangun negeri idaman yang unggul dari berbagai macam aspek!
.
#Whoa!
#ProkProkProk!!! :D
.
Seorang wartawati cantik pun mulai mewawancarai gue.
.
"Selamat pagi pak Ken. Bisa kita mulai ya. Bapak siap?"
.
"Ooh selalu siap," kata gue sambil menata celana gue yang terasa mulai nggak nyaman.
.
#Plakk
.
"Mungkin bapak sudah mendengar pemberitaan di media mengenai Gayus yang sempat membuat geram masyarakat dan jajaran penegak hukum lantaran..."
.
"Gayus???" Gue mencoba mengingat-ingat nama itu, sambil menggaruk-garuk kepala mbak-nya. Nggak! Kepala gue sendiri!
.
"Oh Gayus yang pernah maling ayam tapi malah kepleset kecebur got itu ya mbak??"
.
"Bukan pak. Gayus Tambunan mafia pajak itu lho pak. Dia masih dalam masa tahanan tapi entah bagaimana bisa keluyuran padahal..."
.
"Oh Gayuss? Iya iya saya inget! Iya Gayus itu anak nakal emang mbak. Suka keluyuran. Kalo disini ada anak nakal yang suka keluyuran, saya perintahkan ibu bapaknya untuk mengandangkannya saja. Daripada menyusahkan banyak orang dan malu-maluin negara."
.
"Oh begitu ya pak?" Mbaknya mengernyitkan kening.
.
"Iya mbak. Serius. Eh. Silakan mbak dimakan dulu hidangan spesialnya," gue mempersilahkan.
.
Mbaknya dan mas kameramen pun makan dengan mimik muka yang aneh. Mereka mengunyah makanan seperti mengunyah obat nyamuk. Kayak nggak pengen telo itu nyentuh lidah. Jadi cepet-cepet ditelen dan minum banyak-banyak.
.
Gue baru inget kalo telo-nya tadi ketumpahan garem sekilo. Tapi udahlah. Biarkan yang muda banyak makan garam, karena menurut peribahasa yang tua-lah yang udah lebih banyak makan garam duluan.
.
"Oke pak. Selanjutnya, warga negara Indonesia yang mendengar pemberitaan mengenai Gayus keluyuran makan di restoran kan pastinya geram dan marah ya pak. Dan tentunya bertanya-tanya mengapa hukum bisa setumpul itu. Bagaimana dengan warga Mumetnesia saat mendengar pemberitaan ini pak?"
.
"Haha. Mbak ini lucu. Jangan samakan di Indonesia sama di Mumetnesia mbak. Di Indonesia orang-orangnya mudah kebakaran jenggot padahal nggak adajenggotnya sebab dicukur tigahari sekali.
.
Di Mumetnesia orangnya slow-slow mbak. Ngeliat tahanan jalan-jalan di restoran, di mall-mall, nonton pertandingan tenis ato bola, itu mah biassa!
.
Malahan diajak poto-poto. Tapi abis itu pada ngasih ucapan: selamat menempuh hidup baru ya..."
.
"Hah?? Kok bisa gitu pak?"
.
"Iya. Karena di negara saya ini mbak, para koruptor dan mafia pajak itu emang diberi kesempatan untuk jalan-jalan sebelum dieksekusi."
.
"Oh. Eksekusi macam apakah yang sudah diberlakukan di Mumetnesia pak? Apakah sama seperti hukum potong tangan di Arab atau bagaimana?"
.
"Potong tangan? Haha. Mau potong tangan ato potong bebek angsa nggak bakalan memberikan efek jera mbak! Soalnya jaman sekarang orang bisa menggelapkan uang tanpa menggunakan kedua tangannya sama sekali. Jadi ya mulut yang ngomong. Ngomong ke si ini ke si itu. Suruh begini suruh begitu. Dijanjiin ini dijanjiin itu. Bahasa simple-nya sih disuap!"
.
"Lalu?"
.
"Lalu, hukuman yang sudah berlaku disini adalah Go to the Jungle."
.
"Apa itu pak?"
.
"Go to the jungle ato diasingkan ke hutan adalah hukuman yang tepat. Iya. Jadi dengan di asingkan ke hutan seorang diri dan berteman dengan monyet-monyet itu saya yakini mampu memberikan efek jera.
.
Misalnya nih. Si Gayus mo keluyuran, nggak bisa mbak! Keluyuran kemana? Lha wong sekelilingnya cuma hutan belantara.
.
Mo nyuap penjaga lapas? Nggak bisa! Lha wong penjaga lapasnya monyet ama gorila. Disuap pake duit? Nggak paham! Pake pisang? Pisang darimana? Orang manjat pohon aja gayus nggak bisa!
.
Ato kalaupun gayus bisa manjat pohon, dapet pisang, berapa banyakkah pisang yang mampu meluluhkan hati si gorila agar mau menunjukkan jalan keluar dari hutan pada si gayus???"
.
Tiba-tiba bunyi tak merdu menyela percakapan kita.
.
Thuttt!!
.
"Eh suara apa itu mbak?"
.
"Nggak tau pak suara apaan."
.
"Mbak pasti kentut ya? Hayo ngaku. Mbak habis makan 'makanan kejujuran'. Mbak nggak bisa bohong. Kalo di Indonesia mbak bisa bohong, tapi kalo disini mbak nggak bisa," Kata gue menyudutkan si mbak.
.
"Iya sih Pak. Maaf. Si mbak menundukkan kepala sambil malu-malu. Tapi nggak bau amat kan pak?"
.
"Ooh enggak. Tenang aja," kata gue. Padahal bulu idung sama paru-paru gue serasa mo rontok!
.
Untung lo cantik! Kalo enggak udah gue usir lo! Gerutu gue dalam hati.
.
"Baik. Lalu mengenai pemindahan gayus dari Lapas Sukamiskin ke Lapas Gunung Sindur yang diyakini tingkat pengamanannya lebih ketat, apakah menurut pak Ken itu efektif?"
.
"Nggak! Sama aja mbak. Dimanapun cecunguk model gayus itu berada, selama dia masih berinteraksi dengan manusia maka selama itu pula dia bisa menyuap."
.
"Jadi menurut bapak, kemana gayus harus dibawa?"
.
"Ya itu tadi. Bawa ke Mumetnesia, biar saya kirim ke hutan. Di hutan dia nggak bisa nyuap siapa-siapa, karena nggak bisaberinteraksi dengan siapa-siapa. Kecuali monyet! Iya! Biar dia belajar dulu bahasa monyet. Uuk aak uuk aak! Kayak gitu."
.
"Bapak sepertinya bisa bahasa monyet. Bapak pasti penyayang binatang dan sering berkunjung ke kebun binatang."
.
"Nggak mbak."
.
"Terus?"
.
"Saya mantan monyet."
.
"Oke. Pertanyaan terakhir. Buat dua orang petugas sipir Lapas Sukamiskin yang telah melakukan pelanggaran prosedur pengantaran keluar tahanan, sanksi apa yang tepat menurut bapak?"
.
"Pecat. Bawa kesini. Suruh ngasih makan monyet!"
.
"Baik. Terima kasih pak atas waktunya. Maaf kalau mengganggu waktunya. Saya mau pamit dulu. Selamat malam, selamat melanjutkan aktivitas."
.
"Aktivitas saya abis ini tidur kok mbak. Eh, mbaknya nggak nginep disini aja? Udah malem lho. Besok pagi aja pulang. Istana ini kan luas. Lagipula kamar tamu banyak."
.
Kamar gue juga nganggur. Gue lagi sendirian. Gue mo ngomong gitu kok sussahh! Dan...
.
Thuttt!!!
.
"Ohh iya! Saya lupa mbak. Kamar tamunya sedang penuh semua. Banyak tamu dari negara lain sedang berkunjung. Hati-hati di jalan ya." Gue cepet-cepet menutup pintu.
.
:v
-------
-------
ADA YANG MAU JADI WAKIL PRESIDEN MUMETNESIA?
.
Oke. Ini tambahan dikit. Sayembara nih.
.
Ken Patih sedang mencari sobat muda (sobat tua juga boleh) yang tertarik/bisa membuat tulisan bergenre seperti tadi.
.
Kamu, syarat:
.
1. Cewek/ cowok, pria/ wanita. Waria juga boleh. Yang penting serius dan tulisannya bagus.
.
2. Umur bebas
.
3. Bernyawa. Iya. Soalnya gue males berurusan sama yang beda alam.
.
4. Normal. Awas ya, kalo ntar lo bbm ato inbox gue terus nanya "mau nggak pacaran sama gue" padahal lo cowok, gue anggep lo nggak normal dan bakal langsung gue terima cinta lo. Oh nggak! Maksud gue bakal langsung gue delcon! #keceplosan.
.
5. Bisa baca dan bisa nulis. Inget. Kita calon penulis bukan pelukis, ya!
.
6. Hobi/suka membaca dan menulis. Iya. Lo bisa membaca sama nulis tapi kalo nggak hobi ya percuma kelleus!
.
7. Menikah/ belum menikah.
.
8. Bagi wanita yang sudah menikah, nantinya agak jaga jarak sama saya ya. Maksudnya suaminya agak dijauhkan dari saya. Takutnya suami mbak suka sama saya, seperti pengalaman yang sudah-sudah. #Uhhukk!
.
9. Berkepribadian kritis, kreatif, peka, terbuka, menyenangkan, dan gokil.
.
Bagi yang memenuhikesembilan syarat di atas, dan berminat silakan inbox Ken Patih atau BBM di 542C989F.
.
Terus ngapain? Tenang aja. Nggak gue ajak nginep di rumah gue kok.
.
Nantinya lo akan gue ajak ber-partner untuk mengelola FP Republik Mumetnesia (www.facebook.com/mumetnesia), yang dalam jangka pendek atau panjang akan membukukan tulisan-tulisan yang telah terkumpul, terposting, dan mendapat tanggapan positif dari para pembaca maya.
.
Dibayar nggak?
.
Tenang aja. Sudah pasti...
.
Sudah pasti ENGGAK!
.
Iya lah! Emang gue nenek lo apa yang punya perusahaan!!??
.
Hoho. Tenang aja. Maksud gue gini. Tulisan-tulisan seperti ini kalo udah banyak kan bisa diterbitkan. Kalo udah jadi buku, berdoa aja semoga penjualannya bagus entah itu marketer-nya penerbit atau penulis sendiri.
.
Entar hasilnya kita bagi berdua. Gimana? Enak di elu sama gue kan, tong?
.
Sebenernya nggak cuma berdua sih. Soalnya gue nggak membatasi berapa orang yang boleh gabung. Kita liat aja nanti...
.
Oke. Di awal tadi gue juga nyebutin bagi yang tertarik/ bisa. Gimana kalo tertarik tapi nggak bisa?
.
Tenang aja. Dengan modal ketertarikan, asal lo serius pengen bisa nulis, pasti bisa. Entar gue bantu.
.
Kalo yang bisa tapi nggak tertarik bergabung? Okeh! Nggak papah. Itu artinya lo adalah rival gue men!
.
Oke. Ntar kita lihat bukunya siapa yang terbit duluan. Ato yang terbit dan bestseller duluan! Gue jamin...
.
Buku lo duluan!
.
>.<
.
Enggak enggak. Harus optimis yak. Dan bukan mana yang terbit duluan ato yang bestseller duluan, tapi mana yang lebih bermakna dan menginspirasi dunia!
.
#Iyeee!!!
#ProkProkProk^_^
.
So singkatnya, lo yang punya karakter tulisan sama kayak gue, yuk bikin buku.Udah pernah denger kan ada satu buku yang ditulis oleh dua penulis ato lebih?
.
I'm waiting you, gaes. Jangan kebanyakan tawuran, minum, judi, main perempuan, apalagi korupsi.
.
Tawuran cuma bikin muke lo bonyok dan gigi lo rontok. Kalo elu ompong sumpah nggak ada cewek yang bakal naksir ama lo!
.
Minum cuma bikin lo kembung. Judi cuma bikin uang di dompet abis dan nenek lo kritis. Main perempuan cuma bikin pabrik sabun bangkrut. Terus, korupsi cuma bikin lo di penjara.
.
Di penjara, cuma bikin lo apa?
.
Iya. Bisa jalan-jalan.
.
So, mari menciptakan sesuatu yang positif, inovatif, dan lalala.
.
:v
.
DamaiNegeriku! Gue Ken Patih, selamat malam!
.
Mumetnesia, 23 September 2015.
©Ken Patih

No comments:

Post a Comment