Tadi pagi pas bangun, gue nggak bisa
ngeliat apa-apa. Jarak pandang terbatas banget, mungkin cuma sekitar satu
sentimeter di depan mata. Terus gue teringat kabut asap yang sedang melanda
Pulau Sumatera ama Kalimantan. Mungkinkah kabut itu telah merambah sampe ke
negeri gue juga (Mumetnesia)?
.
Gue berjalan meraba-raba tembok. Lalu tanpa
sengaja tangan gue nyentuh sesuatu yang bundar, empuk, kenyal dan sepertinya
berisi.
.
#Whoa!
.
Gue remes-remes dan nggak ada reaksi.
.
Ya nggak ada reaksi lah. Lhah wong ternyata
itu cuma jaket yang gue gantungin, dan di sakunya ada bakpao yang semalem gue
beli dan lupa gue makan.
.
#LuPikirApaanTadi??? -_-
.
Terus gue jalan lagi dan tanpa sengaja
tangan gue nyentuh sesuatu lagi. Kali ini keras dan bisa naik turun.
.
Menurut lo apaan?
.
Itu saklar bro! Jangan mikir yang
enggak-enggak!
.
Gue sentuh dan...
.
Kegelapan yang gue kira kabut asap pun
hilang.
.
#Yyeee!!!
.
Oke. Pertama gue mengajak lo semua yang
nggakterkena dampak kabut asap untuk bersyukur. Karena lo nggak bakal bisa
bayangin rasanya men kalo daerah lo kena kabut asap.
.
Lo mo ngapa-ngapain susah! Mo pergi-pergi
susah, mo jalan susah, pengen bernafas aja susah!
.
Gue sempet tergelitik pertanyaan, kira-kira
para perokok itu susah nggak ya? Ato malah seneng karena hemat rokok untuk
beberapa hari?
.
Iya kan? Kalo mo ngerokok kan tinggal isep
aja tuh udara.
.
Ato ini bisa jadi saran buat Pak Jokowi.
Pak, mungkin sebaiknya Anda mengumpulkan para perokok se-Indonesia untuk
menyedot asap dari masing-masing titik api di hutan Sumatera dan kalimantan
secara bersamaan.
.
Pertama, itu akan membantu meringankan
sekaligus mempercepat kinerja BNPB untuk memadamkan api lewat jalur udara.
Kedua, itu bisa menghemat uang belanja istri-istri para perokok, yang tiap hari
cuma bisa mengeluh karena jatah lauk buat anak-anak berkurang setelah disulap
jadi asap oleh suaminya!
.
#Wohho!! #KerenNggakGue?? :v
.
Dampak kabut asap di negeri lo ini men,
bahkan dirasakan sampe negeri tetangga, Malaysia ama Singapura. Di Singapura,
lo tau, ajang Formula One terancap gagal!
.
Iya lah. Siapacoba yang mo balapan kalo
nggak bisa ngeliat jalannya?Teruss, kenapa nggak sekalian aja mata pembalapnya
ditutup??
.
Tapi inget men, ini F1 bukan sirkus!
.
Terus, siapa juga yang mo nonton balapan,
yang mobilnya nggak keliatan dan cuma kedengeran suaranya doang.
.
Entar jadinya aneh. Mungkin kayak gini, pas
sebuah mobil lewat, nguiiinggg gitu... seorang penonton berkomentar, eh jagoan
gue udah lewat. Berarti dia nomor 1. Iyyee!!
.
Masak?
.
Iya. Itu tadi barusan.
.
Lo kok tau? Kan nggak keliatan?
.
Itu tadi suaranya nguiingg.
.
Eh yang suaranya nguiingg itu jagoan gue,
jagoan lo suaranya nguwongg!! gitu...
.
Siapa bilang? Itu jagoan gue!
.
Jagoan gue!!
.
Gue!!
.
Gue!!!
.
#Plak!
.
Malah berantem.
.
Oke. Barusan gue ada pertanyaan dari
seseorang, kalo di Mumetnesia ada oknum yang tertangkap membakar hutan lu apain
bang?
.
Gini. Perlu lo tau ya di Mumetnesia itu
nggak ada pembakaran hutan. Kenapa?
.
Pertama, orangnya baik-baik. Kedua...
.
Iya. Karena nggak ada hutan.
.
#Glodyakk!
.
Ya sekalipun ada hutan dan ada yang berani
membakarnya, gue bakal kasih sanksi serius.
.
Pelaku yang ketangkep bakal gue bakar juga
'hutan'-nya. Lo tau hutannya?
.
Iya itu. Hutan-hutan yang ada di sekujur
tubuhnya. Mulai dari hutan yang tumbuh di kepala, di atas mata, di bawah
hidung, di janggut, ketek, dada, di...
.
#AhSudahlah!
.
Jadi, dengan cara itu gue percaya akan
memberikan efek jera dan setiap orang akan lebih menyayangi alam sekaligus
menghargai hak-hak orang lain. Termasuk hak untuk bernafas dan menghirup udara
segar.
.
Gue jadi teringat sebuah DP di bbm yang
masih gue simpen (DP ini adalah DP yang mempertemukan gue dengan cewek gue yang
sekarang, ciyee ^_^)
.
Jadi DP-nya itu gini bunyinya.
.
Dorrr!
.
Nggak nggak. Bukan dorrr. DP-nya itu gini:
.
"Andaikan sebuah pohon bisa
menghasilkan sinyal wifi, maka orang akan beramai-ramai menanam pohon.
Sayangnya pohon hanya bisa menghasilkan oksigen. Sayang sekali"
.
Gue merasa terpukul dengan kata-kata itu.
Menurut gue itu adalah sindiran keras dan emang bener tanpa kita sadari kita
semua sudah mulai nggak peduli sama alam.
.
Kita sering malem-malem bawa laptop bawa
smartphone buat nyari wifi gratisan. Tapi pernah nggak kita malem-malem
keliling buat nyari oksigen gratisan?
.
Nggak pernah! Kenapa? Karena kita udah
ngerasa oksigen yang kita hirup setiap hari ini gratis!
.
Gratis gigi lo!
.
Ada harga yang harus kita bayar untuk
setiap apa yang kita dapatkan di muka bumi ini men! Dengan uang? Bukan!
Setidaknya dengan kepedulian lo terhadap alam. Kalo lo nggak bisa nanem pohon
bukankah selayaknya lo nggak ngerusak pohon?
.
Sinyal wifi vs. oksigen, kita semua lebih
banyak peduli sama sinyal wifi!Di kantor jaringan internet trouble,
pimpinanmengharuskan diperbaiki hari itu juga. Lhah kalo area di sekitar kantor
gersang? Apakah pimpinan mengharuskan nanem pohon hari itu juga??
.
Buat apa sinyal wifi men kalo kita mati?
Emang ntar di alam kubur lo disediain malaikat laptop buat browsingan gitu?
Terus dengan sinyal wifi gratisan yang lo tangkep dari warnet sebelah kuburan,
dari bawah tanah lo buka google dan ngetik "Cara ngelepasin tali pocong"
.
Iya. Soalnya lo gerah.
.
Ato "cara bangkit dari kubur"?
Ato"Cara hidup lagi"?
.
Hebat!
.
So, untuk mengakhiri pidato gue malem ini,
marilah kita semua berdoa semoga musibah kabut asap yang melanda hampir di
seperempat wilayah negeri ini bisa segera teratasi. Semoga anak-anak, ibu-ibu,
bapak-bapak, dan semua yang terkena dampak asap seperti penyakit ISPA dapat
segera disembuhkan.
.
Semoga angka kecelakaan akibat kabut asap
di jalan raya berkurang. Semoga tidak terjadi 'perselisihan' antara warga
dengan fauna liar yang kehilangan tempat tinggalnya.
.
Iya. Monyet, orangutan, harimau, dan
teman-temannya yang lain mau nggak mau harus 'mengungsi' ke pemukiman warga.
Jadi siap-siap aja lo. Jangan kaget kalo besok pagi lo buka pintu ada orangutan
minta makan ato ada harimau ngejar-ngejar ayamnya emak lo.
.
Terakhir, semoga pemerintah mulai tegas
membuat regulasi yang mengefek jera pada oknum pelaku pembakaran hutan.
.
Bisa dicontoh hukum yang gue terapkan di
Mumetnesia tadi.
.
Bakar"hutannya" si pelaku!
.
:v
.
Oke, lalu pesen gue malem ini jangan
sekali-sekali lo beranjak dari perkemahan sebelum lo memastikan bekas api
unggun lo bener-bener padam!
.
Kecuali kalo elo kemahnya cuma di kamar.
.
Iya. Bodo amat! Kebakar ya biarin kebakar,
orang rumah lo bukan rumah gue!
.
Kedua, kalo lo lagi jalan-jalan di hutan
dan lo adalah perokok, matikan puntung rokok lo di dalam air. Kalo di sekitar
lo nggak ada air, matikan pake lidah lo!
.
Ketiga, kalo lo adalah oknum pembuka lahan,
iya gue ngerti cara paling praktis dan ekonomis buat membersihkan lahan yang
beratus-ratus hektar luasnya itu, adalah dengan di bakar. Tapi perlu lo inget,
bersyukurlah karena lo nggak hidup di Mumetnesia. Bersyukurlah karena lo hidup
di negara yang hukumbuat pembakar hutan masih tumpul!
.
Keempat, lo anak muda janganlah cuma
gondrongin hutan yang ada di tubuh lo, terutama bagian #eeaaa!! Tapi gondrongin
juga hutan yang ada di atas bumi kita tercinta ini. Tanamlah pohon yang bisa lo
tanam.
.
Kebutuhan lo akan oksigen, itulah yang
lebih pelu lo perjuangkan daripada kebutuhan lo akan paket data internet! So,
tanam, tanam, dan tanamlah.
.
Kalo elo ogah menanam pohon itu berarti lo
sedang menanam masalah.
.
Kelima, buat lo para cowokjangan pernah
menaruh bakpao di dalam saku jaket dan di kamar yang gelap. Ato lo bakal
berurusan dengan sabun di pagi buta.
.
:v
.
#Damai Negeriku, gue Presiden Mumetnesia,
selamat malam!
.
Mumetnesia, 18 September 2015.
©Ken Patih
No comments:
Post a Comment