Friday, September 18, 2015

INI AKIBATNYA KALO BERANI BAKAR HUTAN DI MUMETNESIA




Tadi pagi pas bangun, gue nggak bisa ngeliat apa-apa. Jarak pandang terbatas banget, mungkin cuma sekitar satu sentimeter di depan mata. Terus gue teringat kabut asap yang sedang melanda Pulau Sumatera ama Kalimantan. Mungkinkah kabut itu telah merambah sampe ke negeri gue juga (Mumetnesia)?
.
Gue berjalan meraba-raba tembok. Lalu tanpa sengaja tangan gue nyentuh sesuatu yang bundar, empuk, kenyal dan sepertinya berisi.
.
#Whoa!
.
Gue remes-remes dan nggak ada reaksi.
.
Ya nggak ada reaksi lah. Lhah wong ternyata itu cuma jaket yang gue gantungin, dan di sakunya ada bakpao yang semalem gue beli dan lupa gue makan.
.
#LuPikirApaanTadi??? -_-
.
Terus gue jalan lagi dan tanpa sengaja tangan gue nyentuh sesuatu lagi. Kali ini keras dan bisa naik turun.
.
Menurut lo apaan?
.
Itu saklar bro! Jangan mikir yang enggak-enggak!
.
Gue sentuh dan...
.
Kegelapan yang gue kira kabut asap pun hilang.
.
#Yyeee!!!
.
Oke. Pertama gue mengajak lo semua yang nggakterkena dampak kabut asap untuk bersyukur. Karena lo nggak bakal bisa bayangin rasanya men kalo daerah lo kena kabut asap.
.
Lo mo ngapa-ngapain susah! Mo pergi-pergi susah, mo jalan susah, pengen bernafas aja susah!
.
Gue sempet tergelitik pertanyaan, kira-kira para perokok itu susah nggak ya? Ato malah seneng karena hemat rokok untuk beberapa hari?
.
Iya kan? Kalo mo ngerokok kan tinggal isep aja tuh udara.
.
Ato ini bisa jadi saran buat Pak Jokowi. Pak, mungkin sebaiknya Anda mengumpulkan para perokok se-Indonesia untuk menyedot asap dari masing-masing titik api di hutan Sumatera dan kalimantan secara bersamaan.
.
Pertama, itu akan membantu meringankan sekaligus mempercepat kinerja BNPB untuk memadamkan api lewat jalur udara. Kedua, itu bisa menghemat uang belanja istri-istri para perokok, yang tiap hari cuma bisa mengeluh karena jatah lauk buat anak-anak berkurang setelah disulap jadi asap oleh suaminya!
.
#Wohho!! #KerenNggakGue?? :v
.
Dampak kabut asap di negeri lo ini men, bahkan dirasakan sampe negeri tetangga, Malaysia ama Singapura. Di Singapura, lo tau, ajang Formula One terancap gagal!
.
Iya lah. Siapacoba yang mo balapan kalo nggak bisa ngeliat jalannya?Teruss, kenapa nggak sekalian aja mata pembalapnya ditutup??
.
Tapi inget men, ini F1 bukan sirkus!
.
Terus, siapa juga yang mo nonton balapan, yang mobilnya nggak keliatan dan cuma kedengeran suaranya doang.
.
Entar jadinya aneh. Mungkin kayak gini, pas sebuah mobil lewat, nguiiinggg gitu... seorang penonton berkomentar, eh jagoan gue udah lewat. Berarti dia nomor 1. Iyyee!!
.
Masak?
.
Iya. Itu tadi barusan.
.
Lo kok tau? Kan nggak keliatan?
.
Itu tadi suaranya nguiingg.
.
Eh yang suaranya nguiingg itu jagoan gue, jagoan lo suaranya nguwongg!! gitu...
.
Siapa bilang? Itu jagoan gue!
.
Jagoan gue!!
.
Gue!!
.
Gue!!!
.
#Plak!
.
Malah berantem.
.
Oke. Barusan gue ada pertanyaan dari seseorang, kalo di Mumetnesia ada oknum yang tertangkap membakar hutan lu apain bang?
.
Gini. Perlu lo tau ya di Mumetnesia itu nggak ada pembakaran hutan. Kenapa?
.
Pertama, orangnya baik-baik. Kedua...
.
Iya. Karena nggak ada hutan.
.
#Glodyakk!
.
Ya sekalipun ada hutan dan ada yang berani membakarnya, gue bakal kasih sanksi serius.
.
Pelaku yang ketangkep bakal gue bakar juga 'hutan'-nya. Lo tau hutannya?
.
Iya itu. Hutan-hutan yang ada di sekujur tubuhnya. Mulai dari hutan yang tumbuh di kepala, di atas mata, di bawah hidung, di janggut, ketek, dada, di...
.
#AhSudahlah!
.
Jadi, dengan cara itu gue percaya akan memberikan efek jera dan setiap orang akan lebih menyayangi alam sekaligus menghargai hak-hak orang lain. Termasuk hak untuk bernafas dan menghirup udara segar.
.
Gue jadi teringat sebuah DP di bbm yang masih gue simpen (DP ini adalah DP yang mempertemukan gue dengan cewek gue yang sekarang, ciyee ^_^)
.
Jadi DP-nya itu gini bunyinya.
.
Dorrr!
.
Nggak nggak. Bukan dorrr. DP-nya itu gini:
.
"Andaikan sebuah pohon bisa menghasilkan sinyal wifi, maka orang akan beramai-ramai menanam pohon. Sayangnya pohon hanya bisa menghasilkan oksigen. Sayang sekali"
.
Gue merasa terpukul dengan kata-kata itu. Menurut gue itu adalah sindiran keras dan emang bener tanpa kita sadari kita semua sudah mulai nggak peduli sama alam.
.
Kita sering malem-malem bawa laptop bawa smartphone buat nyari wifi gratisan. Tapi pernah nggak kita malem-malem keliling buat nyari oksigen gratisan?
.
Nggak pernah! Kenapa? Karena kita udah ngerasa oksigen yang kita hirup setiap hari ini gratis!
.
Gratis gigi lo!
.
Ada harga yang harus kita bayar untuk setiap apa yang kita dapatkan di muka bumi ini men! Dengan uang? Bukan! Setidaknya dengan kepedulian lo terhadap alam. Kalo lo nggak bisa nanem pohon bukankah selayaknya lo nggak ngerusak pohon?
.
Sinyal wifi vs. oksigen, kita semua lebih banyak peduli sama sinyal wifi!Di kantor jaringan internet trouble, pimpinanmengharuskan diperbaiki hari itu juga. Lhah kalo area di sekitar kantor gersang? Apakah pimpinan mengharuskan nanem pohon hari itu juga??
.
Buat apa sinyal wifi men kalo kita mati? Emang ntar di alam kubur lo disediain malaikat laptop buat browsingan gitu? Terus dengan sinyal wifi gratisan yang lo tangkep dari warnet sebelah kuburan, dari bawah tanah lo buka google dan ngetik "Cara ngelepasin tali pocong"
.
Iya. Soalnya lo gerah.
.
Ato "cara bangkit dari kubur"? Ato"Cara hidup lagi"?
.
Hebat!
.
So, untuk mengakhiri pidato gue malem ini, marilah kita semua berdoa semoga musibah kabut asap yang melanda hampir di seperempat wilayah negeri ini bisa segera teratasi. Semoga anak-anak, ibu-ibu, bapak-bapak, dan semua yang terkena dampak asap seperti penyakit ISPA dapat segera disembuhkan.
.
Semoga angka kecelakaan akibat kabut asap di jalan raya berkurang. Semoga tidak terjadi 'perselisihan' antara warga dengan fauna liar yang kehilangan tempat tinggalnya.
.
Iya. Monyet, orangutan, harimau, dan teman-temannya yang lain mau nggak mau harus 'mengungsi' ke pemukiman warga. Jadi siap-siap aja lo. Jangan kaget kalo besok pagi lo buka pintu ada orangutan minta makan ato ada harimau ngejar-ngejar ayamnya emak lo.
.
Terakhir, semoga pemerintah mulai tegas membuat regulasi yang mengefek jera pada oknum pelaku pembakaran hutan.
.
Bisa dicontoh hukum yang gue terapkan di Mumetnesia tadi.
.
Bakar"hutannya" si pelaku!
.
:v
.
Oke, lalu pesen gue malem ini jangan sekali-sekali lo beranjak dari perkemahan sebelum lo memastikan bekas api unggun lo bener-bener padam!
.
Kecuali kalo elo kemahnya cuma di kamar.
.
Iya. Bodo amat! Kebakar ya biarin kebakar, orang rumah lo bukan rumah gue!
.
Kedua, kalo lo lagi jalan-jalan di hutan dan lo adalah perokok, matikan puntung rokok lo di dalam air. Kalo di sekitar lo nggak ada air, matikan pake lidah lo!
.
Ketiga, kalo lo adalah oknum pembuka lahan, iya gue ngerti cara paling praktis dan ekonomis buat membersihkan lahan yang beratus-ratus hektar luasnya itu, adalah dengan di bakar. Tapi perlu lo inget, bersyukurlah karena lo nggak hidup di Mumetnesia. Bersyukurlah karena lo hidup di negara yang hukumbuat pembakar hutan masih tumpul!
.
Keempat, lo anak muda janganlah cuma gondrongin hutan yang ada di tubuh lo, terutama bagian #eeaaa!! Tapi gondrongin juga hutan yang ada di atas bumi kita tercinta ini. Tanamlah pohon yang bisa lo tanam.
.
Kebutuhan lo akan oksigen, itulah yang lebih pelu lo perjuangkan daripada kebutuhan lo akan paket data internet! So, tanam, tanam, dan tanamlah.
.
Kalo elo ogah menanam pohon itu berarti lo sedang menanam masalah.
.
Kelima, buat lo para cowokjangan pernah menaruh bakpao di dalam saku jaket dan di kamar yang gelap. Ato lo bakal berurusan dengan sabun di pagi buta.
.
:v
.
#Damai Negeriku, gue Presiden Mumetnesia, selamat malam!
.
Mumetnesia, 18 September 2015.
©Ken Patih

No comments:

Post a Comment